Kicauan bocah ga jelas. Hati-hati ikutan ga jelas.

Tampilkan postingan dengan label universitas indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label universitas indonesia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 April 2016

Teknik Industri: Optimasi

Assalamu'alaikum wr.wb



Halo, setelah seminggu fokus UTS akhirnya bertemu lagi di akhir pekan. Semoga akhir pekannya dapat berkualitas dengan memberikan waktu terbaik yang teman-teman miliki buat keluarga yang dicintai. Bagi perantau gimana? Line call dong sama mama nya :)

Ngomong-ngomong soal Teknik Industri, segalanya tentang optimasi. Dulu pertama kali ada mata kuliah yang membahas tentang optimasi ada di semester 3, yaitu program linier. Eh semakin kesini, semua matkulnya tentang optimasi. Bagaimana supaya menjadi optimal. Itu-itu terus. Gue yakin anak teknik industri paling jago deh buat decision making membuat lebih optimal, karena intinya teknik industri itu, meng-improve sistem yang ada supaya lebih baik dan baik.

Kalau yang di bidang produksi: berapa order quantity yang harus dipesan? Kapan pesannya? Produksi berapa? Jualnya harga berapa? Beli mesin berapa? Pakai mesin apa? Pakai sistem produksi apa?

Kalau yang di bidang supply chain: supplier-nya siapa? Manufacturingnya siapa? Warehouse-nya gimana? Transportasinya pakai apa? Distribusinya kemana? Retailnya ada dimana aja? 

Kalau yang di bidang product development: mau bikin produk apa? Keinginan customer yang mau kita setir kayak gimana? Siapa target pasarnya? Kapan dijual?

Dan masih banyak lagi karena semua bidang pasti ada anak TI nya buat pengambilan keputusan. Semua pertanyaan itu cuma buat menjawab bagaimana supaya lebih optimal, atau yang disebut OPTIMASI.

Udah jelas kan anak TI jago buat bikin lebih optimal. Semoga pas mau nikah nanti bisa milih jodoh yang lebih optimal juga. Tapi inget ya jodoh itu mencerminkan siapa kamu. 

Jadi, kalau mau dapet jodoh yang OPTIMAL, OPTIMAL-kan diri kita dulu :)

Wassalamu'alaikum wr.wb

Ibni Ikhsan R.

Sabtu, 26 Maret 2016

Selamat Melewati Ujian Nasional 2016 (Tips Trik Menghadapi Ujian Nasional Inside)



Tau ga kenapa gue bilangnya Selamat Melewati Ujian Nasional? Karena Ujian Nasional adalah satu hal yang ada di hidup kalian dan harus dilewati. Kayak misalnya kalau lo mau pergi ke Bogor terus lewat Sentul. Udah lewat aja.

Kenapa ga Menghadapi Ujian Nasional? Karena biasanya yang harus kita hadapi adalah masalah, dan Ujian Nasional bukanlah sebuah masalah :)

Kenapa ga Menempuh Ujian Nasional? Karena biasanya yang harus kita tempuh itu perjalanan, dan Ujian Nasional bukanlah sebuah perjalanan :)

Kenapa ga Mengerjakan Ujian Nasional? Ah nanya mulu :')

Ujian Nasional cuma sebuah titik yang harus kita lewatin yang membuat kita pantas untuk menuju tahap yang lebih tinggi. 

Gue persembahkan ini untuk adik-adik di seluruh Indonesia calon perubah masa depan. Kenapa ga penerus masa depan? Karena kalau diterusin terus kapan berubahnya :). Kenapa ga .......... (nanya mulu)

Ujian Nasional SMA akan diadakan tanggal 4-7 April 2016 yang artinya cuma sisa seminggu lagi dari sekarang. Gue bakal ngasih TIPS dan TRIK dalam Melewati Ujian Nasional nih.

1. Persiapkan Alat Tulis yang diperlukan dan Kartu Ujian Nasional
Sebelum berangkat, periksa semua kelengkapan. Kalau yang sekolahannya belum pake komputer, bawa alat tulis selengkap mungkin. Jangan minjem, ntar dikatain ga modal sama pengawasnya. Kalau yang Ujian Nasional nya udah pakai komputer, bawa diri aja. Atau bawa Bolt, siapa tau internet sekolahan lo cemen nanti mati. Jangan lupa hal yang paling fatal, Kartu Ujian Nasional. Sebaiknya benda ini taro di tas aja jangan pernah dikeluarin.

2. Datang sebelum Ujian Nasional dimulai
Ya sekitar 15-30 menit sebelumnya. Gunanya untuk merelaksasi tingkat ketegangan. Bukan ketegangan yang itu ya. Kalau datang tepat waktu nanti bisa berakibat yang lain. Jaga mental.

3. Santai
Jangan terburu-buru. Calm down. Kalem. Stay Cool. Gitu deh, jangan tergesa-gesa.

4. Teliti
Periksa jawaban lagi, siapa tau ada yang salah. Namanya juga manusia yang penuh salah. Terus periksa Identitas. Ini penting banget. Misalnya jawaban lo bener semua tapi nomer identitas salah ngisi gimana? ......... (isi sendiri)

5. Jujur
Nanti bakal banyak kunci jawaban beredar. Bahkan yang ngasih itu bisa guru kalian sendiri. Disitu ada ujian dalam ujian. Ujian dari Tuhan. Tinggal kalian mau lewat gak dari kedua Ujian itu. Hidup adalah pilihan. 

6. Berdoa
Berdoa menurut agama masing-masing. Yang ga punya agama ga usah berdoa.

7. Jaga Kesehatan
Jangan tidur kemaleman. Makan yang sehat dan bergizi. Jangan belajar, nanti otak kalian capek. 

Udah segitu dulu, Sekali lagi, Selamat Melewati Ujian Nasional 2016. Gue tunggu di UI (khususnya di Teknik Industri)

Ibni Ikhsan R.

Sabtu, 30 Januari 2016

Cara Apply Magang aka Internship aka PKL aka Kerja Praktek Mahasiswa di DPR RI

Assalamu'alaikum wr. wb.

Alhamdulillah akhirnya bisa buka blog lagi.
Nah, kebetulan saat ini gue lagi magang di DPR nih. Tepatnya di komisi VI. Komisi VI DPR RI itu tentang perindustrian, perdagangan, persaingan usaha, dan investasi. Pasangan kerjanya sama berbagai macam kementerian yang mendukung jalannya bidang-bidang tersebut, kayak kementerian perindustrian, kementerian perdagangan, kementerian BUMN, dll (bisa dicek di web DPR langsung). Berhubung gue anak teknik industri, jadi cocok masuk kesini karena sama-sama ada kata industri. Padahal mah kerjaannya di sini lebih banyak ngurusin undang-undang haha. Jadi, gue kayak anak teknik nyasar yang nggak tau apa-apa.

Btw, gue magang di sana, bukan berlandaskan suka, tapi karena benci. Gue mau buktiin bener ga sih yang orang-orang bilang di luar sana tentang DPR. Sebobrok apa sih dalamnya. Atau sebagus apa. Nggak bisa tau kalau nggak buktiin langsung hehe. Nanti kalau periode magangnya udah selesai, gue bakal ceritain apa aja yang gue temuin di sana yaah. Wait ;)

Sekarang gue mau share cara daftar/apply kalau magang di DPR, siapa tau ada teman-teman yang tertarik mau ngebom disana. Tapi ini gak berlaku yaa kalau kalian punya kenalan orang dalem. Kebetulan gue ga punya orang dalem, jadinya pakai cara birokrasi normal. Gue bakal share cara paling efektif menurut pengalaman gue, karena kemarin gue sempet bolak-balik ga jelas. Nah biar teman-teman semua nggak merasakan hal yang sama, gue bakal share ini. Simak baik-baik yaaa, bukan simak ui.

1. Persiapkan surat dari kampus. kalau Kerja Praktek (KP) atau PKL (Praktik Kerja Lapangan) disertain proposal juga. Kalau mau magang biasa nggak perlu. Isi suratnya ya tergantung gimana kampus lain ngeluarinnya. Pokoknya isinya ada nama, NPM, tempat magangnya mau dimana. Misalnya mau di komisi berapa (cari info komisi disini http://www.dpr.go.id/akd/komisi atau banyak tempat kan di sini bebas mau dimana, ada yang di TV parlemen, di perpustakaan, dll (tergantung kalian), waktu periode magang. Suratnya ditujukan ke Setjen DPR RI, kepala bagian Diklat DPR RI. Jangan ditujukan ke aku, cukup surat cinta aja kalau ke aku :)

2. Setelah surat-surat siap. Langsung datang aja ke sana. Nggak usah dibahas yaa gimana cara kesana. Naik gojek juga langsung nyampe. Bagi para anker (anak kereta), turun aja di stasiun palmerah. Pas di depan stasiun itu letak gedung MPR/DPR.

3. Pas masuk pintu gerbang, bakal ditanya satpam di sana. Ada ID nya? Karena karyawan di sana punya ID buat masuk. Jawab aja belum, mau magang. Nanti KTP/SIM atau identitas kita bakal ditahan di satpam, ditukar ID visitor. Yaa sama lah kayak masuk pabrik. Ntar jangan lupa ditukar lagi pas pulang. Kalau lupa ngambil hati-hati ntar bisa diguna-guna sama satpamnya.

4. Setelah itu, tanya dimana lokasi Gedung Sekretariat Jenderal DPR (atau kalau di sini disingkat Gedung SETJEN). Kalau udah sampai di gedung itu, silakan langsung naik ke lantai 4 pakai lift. Jangan naik tangga capek.

5. Dari lift lantai 4, langsung masuk belok kiri. Kalau ditanya satpam di situ (biasanya sih ditanya kalau orang asing), bilang aja mau ke diklat ngurus magang. Setelah belok kiri, lurus aja. Ruangan Diklat ada di paling ujung, pintu yang sebelah kiri. Langsung masuk ketemu ibu-ibu yang duduk di depan pintu persis.

6. Bilang mau magang. Ibunya friendly kok. Terus disini ditanya-tanya tuh. Jawab aja sesukanya karena ibunya suka ngelawak.

7. Udah deh tinggal datang pas hari magang ke ruangannya ibu lagi. Ngambil surat pengantar dari Diklat ke tempat magang yang dimaksud sama ngambil ID card biar di depan gak ditanyain sama satpam lagi. Satpamnya modus soalnya nanya-nanya ID card mulu. Perlu waspada kalau tiba-tiba dia nanya ID Line.

8. Selesai. Selamat menikmati hal-hal yang ada di sana! Selamat belajar! Selamat internship!

Udah deh gitu aja, semoga bermanfaat. Kalau ada yang mau ditanyakan, bisa kontak gue hehe.

Wassalamu'alaikum wr.wb.

Ibni Ikhsan R


Selasa, 29 Desember 2015

Tips Lulus Mendapatkan SNMPTN UNDANGAN (Writing Challenge #6)

Assalamu'alaikum wr.wb

Menarik ga judulnya? Apa biasa aja? Wkwk. Tulisan ini gue persembahkan dengan penuh rasa cinta kepada adik-adik kelas 12 yang pada kebelet kuliah. Karena sekarang gue berprofesi sampingan menjadi seorang teman belajar (bukan guru ya) buat yang lagi berjuang mengakhiri masa putih abu-abunya. Yang setiap hari kerjaannya nulis status "bosen sekolah" "mau cepet-cepet kuliah". Hati-hati dek, kuliah nggak gampang. Pikirin baik-baik yah, jangan sampai nanti pas udah kuliah malah ngebet mau nikah aja. Nggak sedikit yang kayak gitu. Dek, kuliah gak seperti yang ada di FTV :(

Btw, siapa yang mau masuk kuliah lewat jalur undangan? Bayangin loh diundang. Apa ada yang nggak mau? Yaudah silakan pergi dari sini sekarang juga. Buat yang mau, silakan baca baik-baik yah semoga bermanfaat dan bisa membantu. Bukan membantu diterima di undangan yah, gue bukan rektor -_-

SNMPTN adalah sebuah seleksi masuk perguruan tinggi negeri secara nasional TANPA TES. Seleksinya cuma pakai nilai rapor. Ada yang bilang ditambah nilai UN juga. Tapi sepengamatan gue sih UN-nya nggak terlalu dipakai, cuma dilihat lulus atau tidak (ini pas gue lulus SMA tahun 2013). Sedangkan mulai 2014, nilai UN-nya dipakai sebagai pertimbangan katanya. SNMPTN ini dulunya bernama PMDK. Sedangkan SNMPTN itu sendiri yaitu seleksi masuk dengan TES TERTULIS yang sekarang bernama SBMPTN. Iya, seleksi masuk ini emang namanya sering banget ganti. Kalau nggak update berita bisa bingung sendiri nantinya. Beberapa tahun terakhir kuota masuk PTN lewat SNMPTN paling besar, mencapai 50%. Kemudian 30% nya dari SBMPTN (tes tertulis), dan sisanya ujian mandiri dari kebijakan kampus masing-masing. Jalur belakang lewat kenalan rektor ga diitung yah. Kalau punya duit banyak, silakan coba -_-

Masuk PTN lewat jalur undangan itu enak banget loh. Disaat orang lain masih berjuang sekuat tenaga, bimbel dari pagi sampai pagi lagi (ga pulang dong?). Sampe nyanyi "Kurela pergi, pagi pulang pagi, hanya untuk bimbel sana sini" #garing. Nah, yang udah dapet undangan udah nggak ngapa-ngapain. Gue dulu kerjaannya tiap hari cuma nyemangatin temen-temen yang masih berjuang haha. Buat yang di inten, di GO, di NF, di BTA, dimana pun deh sama aja. Kerjaan gue cuma bilang "Semangat ya kalian!". Udah tinggal selonjoran kaki sambil main FIFA buat nunggu info dan nyiapin berkas buat daftar ulang aja. Enak kan.

SNMPTN emang nggak ada standarnya. Atau ada yang bilang itu hoki-hokian. (iya itu yang bilang yang pada ga dapet undangan wkwk). Enak aja, kita belajar serius dari kelas 10 atuh, perjuangan kita berat. *membela diri*. Soalnya kita bener-bener nggak tahu kayak gimana persaingannya secara persis. Nggak salah sih yang bilang gitu. Hal ini karena SNMPTN bukan seleksi yang bisa dikuantitasi. Beda sama SBMPTN yang bener-bener nguji kemampuan lo pada saat itu juga. Ranking 1 nggak menjamin dapet undangan. Dan ranking terakhir juga nggak menjamin nggak dapet undangan. Udah banyak kok pengalamannya. Semua bisa terjadi di medan ini. Nah maka dari itu, butuh strategi buat mendapatkannya. Alhamdulillah 2,5 tahun yang lalu, gue bisa diterima di Teknik Industri Universitas Indonesia lewat jalur undangan. Berikut 10+1 tips dari gue buat mendapatkan SNMPTN Undangan.

1. Pelajari secara seksama dan mendetail seluruh informasi yang dikeluarkan oleh panitia SNMPTN
Website resmi ada di http://snmptn.ac.id, informasi yang resmi insya Allah ada di sana. Pelajari dengan baik dan mendetail. Tapi jangan diapalin, gak keluar di UN. Mending belajar ngapalin biologi aja tuh hafalan semua -_- Namun, untuk menambah preferensi, kalian bisa cari informasi dimana saja. Apalagi jamannya udah serba internet. Bisa di blog, facebook, twitter, dll. Namun hati-hati, jika terdapat informasi yang tidak meyakinkan, lebih baik bertanya ke panitia pusat. Gue dulu gitu, baca panduan di website SNMPTN sampe bener-bener ngerti. Terus juga sering-sering browsing nyari info. Setinggi apapun nilai kalian tapi kalau prosedurnya salah gimana?

2. Pilih Jurusan dan Universitas yang sesuai dengan nilai rapor*
*poin ini nggak ada hubungannya sama pemilihan jurusan sesuai passion/keinginan yah, pada tahap ini dianggap kalian udah menentukan jurusan yang dituju.

Setelah kalian tahu mau masuk jurusan apa, maka kalian harus ngaca. Ambil kaca, lihat nilai kalian di rapor. Kalau ga punya kaca ya numpang ke toilet di mall deh. Kacanya gede. Atau ke salon. Atau minimal banget kaca spion lah. Kita emang ga tahu standarnya kayak gimana dan pesaing yang lain nilainya seperti apa. Tapi seenggaknya bisa dikira-kira. Misalnya kalian mau masuk FK UI. Nilai rata-rata rapor kalian 85. Hajar gak? Kalau gue sih nggak, karena gue yakin yang mau masuk FK UI pasti anak-anak pinter yang nilainya di atas 90an. 

3. Cek data peminat tahun lalu di website
Biasanya data ini dikeluarkan panitia pada saat pendaftaran SNMPTN telah dibuka. Dari situ bisa dilihat deh, ada data daya tampung dan peminat. Dan setelah itu bisa diketahui seberapa ketat persaingannya. Emang sih ini data tahun lalu, tapi seenggaknya ada gambaran dari tahun lalu. Persaingan didefinisikan sebagai perbandingan antara daya tampung dengan peminat pada suatu jurusan di perguruan tinggi tertentu. Misalnya kalian udah nentuin mau masuk FK, maka dengan nilai rata-rata 85 solusinya adalah cari perguruan tinggi lain yang tingkat persaingannya lebih kecil dari FK UI.

4. Mau Lintas jurusan?
Bebas sih sebenernya. Asal kalian telah baca ketentuan dari masing-masing perguruan tinggi. Karena beda-beda. Ada yang lintas jurusan boleh-boleh aja. Ada yang nggak. Selama kalian yakin ya hajar aja. Yang gue temuin temen kampus di FE aja banyak anak IPA yang diterima lewat jalur undangan kok. Tapi kalau dari satu sekolah gue, yang lintas jurusan nggak ada yang diterima hehe. Tapi ya pada akhirnya mereka pada diterima lewat SBMPTN. (curang ya anak IPA). Buat menghindari hal itu ya lebih baik pilih jurusan sesuai kelas aja. Kalau anak IPA ya pilih IPA, jangan murtad. Gue dulu juga mau masuk manajemen (fakultas ekonomi), tapi gue dari IPA. Setelah konsultasi dengan guru BK, akhirnya munculah pilihan Teknik Industri yang ilmunya mirip-mirip sama manajemen tapi buat IPA. Jadi, gue nggak perlu lintas jurusan deh dan dikatain murtad deh. Nggak jadi tega ngambil lahan anak IPS juga deh.

5. Mantapkan pilihan
Silakan mantapkan pilihan kalian. Harus serius kalau udah milih. Ga mau kan udah dipilih tapi ga diseriusin sama gebetannya. Karena pengalaman dari tahun ke tahun adalah banyak yang udah diterima lewat jalur undangan tapi malah nggak diambil. Alasannya katanya sebenernya nggak mau jurusan itu. Huft kan sayang banget. Mending sayang banget sama kamu sih. Kasian temen-temen yang mau situ tapi nggak diterima. Oiya, kalau nolak undangan juga katanya menyebabkan sekolah kita di-black-list oleh perguruan tinggi nya. Dan ini berpengaruh kepada adik-adik kelas kita nantinya. Masa tega sama dede gemesnya.

6. Cek pesaing dari satu sekolah
Sebelum mikirin pesaing siswa-siswi dari sekolah-sekolah lain se-Indonesia, pikirin dulu saingan dari satu sekolah. Hal ini karena yang gue tahu SNMPTN memakai sistem kuota. Jadi, mungkin udah dijatahin setiap sekolahnya. Gue sih dulu ngerasanya kayak gitu. Tapi guru BK gue dulu keren. Manggilin setiap orang yang punya pilihan sama, Misalnya gue dulu kan mau teknik industri UI, nah dikumpulin tuh semua yang mau teknik Industri UI. Bener-bener terbuka disitu, masing-masing dikasih lihat nilainya. Yang nilainya lebih rendah dikasih pilihan lagi, mau tetap pilih itu atau ganti PTN yang lain. Dari 7 orang yang punya pilihan sama, 3 di antaranya pindah, 4 tetap (termasuk gue). Dan alhamdulillah, karena nilai gue emang yang paling tinggi dari berempat itu, menyedihkan gue doang yang diterima.

7. Cek alumni dan akreditasi sekolah
Cek akreditasi sekolah kalian. Terus katanya reputasi sekolah bisa dilihat dari alumninya. Maka dari itu, cek alumni dari sekolah kalian yang berkuliah di jurusan yang kalian mau. Gimana track recordnya dia. Kalau dia pinter, IP nya bagus, bukan nggak mungkin kalian diprioritaskan sama PTN karena mereka telah puas dengan siswa sekolah kalian sebelumnya. Begitu pun sebaliknya. Tapi waktu gue, kakak kelas gue belum ada yang masuk teknik industri UI sama sekali. Adanya satu, anak ekstensi doang. Terus sampai sekarang, belum ada lagi anak 77 yang masuk sejurusan gue. Ini berarti track record gue jelek kali wkwk. Nah, maka dari itu. Dek, doain kami ya, semoga IP kami naik terus, biar kamu bisa meneruskan jejak kakak-kakakmu di sini.

8. Buat urutan pilihan terbaik
Jangan salah dalam membuat urutan pilihan. Jangan pernah mengharapkan pada pilihan kedua apalagi ketiga. Lagian siapa yang mau dijadiin yang kedua :( Karena menurut survey tahun 2014, 81% nya diterima di pilihan jurusan 1 kampus 1. Gue dulu pilihan keduanya manajemen IPB. Seandainya gue mengharapkan gue dapet di pilihan kedua, wah bisa satu kampus sama si dia, bahkan satu fakultas :(

9. Sertakan sertifikat terbaik
Katanya sertifikat ini membantu sebagai preferensi. Tapi waktu gue dulu nggak pake sertifikat apa-apa. Iyalah nggak pernah menang lomba apa-apa. Kalau kalian juara makan kerupuk se-kabupaten silakan tuh sertifikatnya dicantumin. Siapa tahu bisa membantu.

10. Sedekah, berbuat baik dan berdoa
Banyakin sedekah, berbuat baik, dan berdoa. Insya Allah deh. Nih bacaan bagus buat sedekah http://cerita-icanbunbun.blogspot.co.id/2015/12/ngapain-sedekah-writing-challenge-7.html

11. Jangan pernah nyakitin orang tua
Nah kalau menurut gue ini yang paling penting. Kalau 10 tips di atas udah kalian lakukan dengan sebaik-baiknya, tetapi poin ini nggak. Hmm susah kayaknya. Selalu berbuat baik kepada orang tua kalian. Jangan pernah melawan dan menyakiti hatinya. Percaya deh, doa orang tua itu langsung diangkat. Apalagi doa mama aka ibu aka nyokap aka mami aka mimi aka mamah aka mommy aka mom aka bunda, terserah deh panggilannya apa. Selalu ingat, ridhallahi fi ridhal walidain. Ridho Allah terletak pada ridho orang tua. Kalau misalnya orang tua ga ridho, gimana Allah mau ridho?

Itu aja yang bisa gue share, semoga bisa bermanfaat :)
Have a nice day all!

Wassalamu'alaikum wr.wb
Ibni Ikhsan R

Jumat, 09 Agustus 2013

GUE ANAK UI

Oiya lo pada udah tau belom kalo gue udah diterima di kampus perjuangan kampus yang biasa-biasa aja yang ada di bilangan Depok. Cuma mau ngasih tau aja sih gue alhamdulillah udah diterima lewat jalur undangan. Jurusannya Teknik Industri. Di undang loh bayangin, gak perlu repot-repot ikut tes :p



Oke doain gue ya supaya di sana gue tetap bisa menunjukkan taring gue, biar lancar, lulus cepat dan tepat, ilmu yang gue dapetin berguna sampai akhirnya nanti. AAMIIN

bun....cis

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto saya
Bocah (bau kencur) yang punya impian menjadi imam terbaik buat istri dan anak-anaknya. Bocah (penuh dosa) yang ingin ilmunya bermanfaat dengan menjadi seorang guru. Bocah (labil) yang (alhamdulillah) sudah berpenghasilan sendiri. Bocah (lugu) yang haus akan impian dan cita-cita!

Yang Kepo

Pengikut