Kicauan bocah ga jelas. Hati-hati ikutan ga jelas.

Tampilkan postingan dengan label SMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Maret 2016

Selamat Melewati Ujian Nasional 2016 (Tips Trik Menghadapi Ujian Nasional Inside)



Tau ga kenapa gue bilangnya Selamat Melewati Ujian Nasional? Karena Ujian Nasional adalah satu hal yang ada di hidup kalian dan harus dilewati. Kayak misalnya kalau lo mau pergi ke Bogor terus lewat Sentul. Udah lewat aja.

Kenapa ga Menghadapi Ujian Nasional? Karena biasanya yang harus kita hadapi adalah masalah, dan Ujian Nasional bukanlah sebuah masalah :)

Kenapa ga Menempuh Ujian Nasional? Karena biasanya yang harus kita tempuh itu perjalanan, dan Ujian Nasional bukanlah sebuah perjalanan :)

Kenapa ga Mengerjakan Ujian Nasional? Ah nanya mulu :')

Ujian Nasional cuma sebuah titik yang harus kita lewatin yang membuat kita pantas untuk menuju tahap yang lebih tinggi. 

Gue persembahkan ini untuk adik-adik di seluruh Indonesia calon perubah masa depan. Kenapa ga penerus masa depan? Karena kalau diterusin terus kapan berubahnya :). Kenapa ga .......... (nanya mulu)

Ujian Nasional SMA akan diadakan tanggal 4-7 April 2016 yang artinya cuma sisa seminggu lagi dari sekarang. Gue bakal ngasih TIPS dan TRIK dalam Melewati Ujian Nasional nih.

1. Persiapkan Alat Tulis yang diperlukan dan Kartu Ujian Nasional
Sebelum berangkat, periksa semua kelengkapan. Kalau yang sekolahannya belum pake komputer, bawa alat tulis selengkap mungkin. Jangan minjem, ntar dikatain ga modal sama pengawasnya. Kalau yang Ujian Nasional nya udah pakai komputer, bawa diri aja. Atau bawa Bolt, siapa tau internet sekolahan lo cemen nanti mati. Jangan lupa hal yang paling fatal, Kartu Ujian Nasional. Sebaiknya benda ini taro di tas aja jangan pernah dikeluarin.

2. Datang sebelum Ujian Nasional dimulai
Ya sekitar 15-30 menit sebelumnya. Gunanya untuk merelaksasi tingkat ketegangan. Bukan ketegangan yang itu ya. Kalau datang tepat waktu nanti bisa berakibat yang lain. Jaga mental.

3. Santai
Jangan terburu-buru. Calm down. Kalem. Stay Cool. Gitu deh, jangan tergesa-gesa.

4. Teliti
Periksa jawaban lagi, siapa tau ada yang salah. Namanya juga manusia yang penuh salah. Terus periksa Identitas. Ini penting banget. Misalnya jawaban lo bener semua tapi nomer identitas salah ngisi gimana? ......... (isi sendiri)

5. Jujur
Nanti bakal banyak kunci jawaban beredar. Bahkan yang ngasih itu bisa guru kalian sendiri. Disitu ada ujian dalam ujian. Ujian dari Tuhan. Tinggal kalian mau lewat gak dari kedua Ujian itu. Hidup adalah pilihan. 

6. Berdoa
Berdoa menurut agama masing-masing. Yang ga punya agama ga usah berdoa.

7. Jaga Kesehatan
Jangan tidur kemaleman. Makan yang sehat dan bergizi. Jangan belajar, nanti otak kalian capek. 

Udah segitu dulu, Sekali lagi, Selamat Melewati Ujian Nasional 2016. Gue tunggu di UI (khususnya di Teknik Industri)

Ibni Ikhsan R.

Selasa, 29 Desember 2015

Tips Lulus Mendapatkan SNMPTN UNDANGAN (Writing Challenge #6)

Assalamu'alaikum wr.wb

Menarik ga judulnya? Apa biasa aja? Wkwk. Tulisan ini gue persembahkan dengan penuh rasa cinta kepada adik-adik kelas 12 yang pada kebelet kuliah. Karena sekarang gue berprofesi sampingan menjadi seorang teman belajar (bukan guru ya) buat yang lagi berjuang mengakhiri masa putih abu-abunya. Yang setiap hari kerjaannya nulis status "bosen sekolah" "mau cepet-cepet kuliah". Hati-hati dek, kuliah nggak gampang. Pikirin baik-baik yah, jangan sampai nanti pas udah kuliah malah ngebet mau nikah aja. Nggak sedikit yang kayak gitu. Dek, kuliah gak seperti yang ada di FTV :(

Btw, siapa yang mau masuk kuliah lewat jalur undangan? Bayangin loh diundang. Apa ada yang nggak mau? Yaudah silakan pergi dari sini sekarang juga. Buat yang mau, silakan baca baik-baik yah semoga bermanfaat dan bisa membantu. Bukan membantu diterima di undangan yah, gue bukan rektor -_-

SNMPTN adalah sebuah seleksi masuk perguruan tinggi negeri secara nasional TANPA TES. Seleksinya cuma pakai nilai rapor. Ada yang bilang ditambah nilai UN juga. Tapi sepengamatan gue sih UN-nya nggak terlalu dipakai, cuma dilihat lulus atau tidak (ini pas gue lulus SMA tahun 2013). Sedangkan mulai 2014, nilai UN-nya dipakai sebagai pertimbangan katanya. SNMPTN ini dulunya bernama PMDK. Sedangkan SNMPTN itu sendiri yaitu seleksi masuk dengan TES TERTULIS yang sekarang bernama SBMPTN. Iya, seleksi masuk ini emang namanya sering banget ganti. Kalau nggak update berita bisa bingung sendiri nantinya. Beberapa tahun terakhir kuota masuk PTN lewat SNMPTN paling besar, mencapai 50%. Kemudian 30% nya dari SBMPTN (tes tertulis), dan sisanya ujian mandiri dari kebijakan kampus masing-masing. Jalur belakang lewat kenalan rektor ga diitung yah. Kalau punya duit banyak, silakan coba -_-

Masuk PTN lewat jalur undangan itu enak banget loh. Disaat orang lain masih berjuang sekuat tenaga, bimbel dari pagi sampai pagi lagi (ga pulang dong?). Sampe nyanyi "Kurela pergi, pagi pulang pagi, hanya untuk bimbel sana sini" #garing. Nah, yang udah dapet undangan udah nggak ngapa-ngapain. Gue dulu kerjaannya tiap hari cuma nyemangatin temen-temen yang masih berjuang haha. Buat yang di inten, di GO, di NF, di BTA, dimana pun deh sama aja. Kerjaan gue cuma bilang "Semangat ya kalian!". Udah tinggal selonjoran kaki sambil main FIFA buat nunggu info dan nyiapin berkas buat daftar ulang aja. Enak kan.

SNMPTN emang nggak ada standarnya. Atau ada yang bilang itu hoki-hokian. (iya itu yang bilang yang pada ga dapet undangan wkwk). Enak aja, kita belajar serius dari kelas 10 atuh, perjuangan kita berat. *membela diri*. Soalnya kita bener-bener nggak tahu kayak gimana persaingannya secara persis. Nggak salah sih yang bilang gitu. Hal ini karena SNMPTN bukan seleksi yang bisa dikuantitasi. Beda sama SBMPTN yang bener-bener nguji kemampuan lo pada saat itu juga. Ranking 1 nggak menjamin dapet undangan. Dan ranking terakhir juga nggak menjamin nggak dapet undangan. Udah banyak kok pengalamannya. Semua bisa terjadi di medan ini. Nah maka dari itu, butuh strategi buat mendapatkannya. Alhamdulillah 2,5 tahun yang lalu, gue bisa diterima di Teknik Industri Universitas Indonesia lewat jalur undangan. Berikut 10+1 tips dari gue buat mendapatkan SNMPTN Undangan.

1. Pelajari secara seksama dan mendetail seluruh informasi yang dikeluarkan oleh panitia SNMPTN
Website resmi ada di http://snmptn.ac.id, informasi yang resmi insya Allah ada di sana. Pelajari dengan baik dan mendetail. Tapi jangan diapalin, gak keluar di UN. Mending belajar ngapalin biologi aja tuh hafalan semua -_- Namun, untuk menambah preferensi, kalian bisa cari informasi dimana saja. Apalagi jamannya udah serba internet. Bisa di blog, facebook, twitter, dll. Namun hati-hati, jika terdapat informasi yang tidak meyakinkan, lebih baik bertanya ke panitia pusat. Gue dulu gitu, baca panduan di website SNMPTN sampe bener-bener ngerti. Terus juga sering-sering browsing nyari info. Setinggi apapun nilai kalian tapi kalau prosedurnya salah gimana?

2. Pilih Jurusan dan Universitas yang sesuai dengan nilai rapor*
*poin ini nggak ada hubungannya sama pemilihan jurusan sesuai passion/keinginan yah, pada tahap ini dianggap kalian udah menentukan jurusan yang dituju.

Setelah kalian tahu mau masuk jurusan apa, maka kalian harus ngaca. Ambil kaca, lihat nilai kalian di rapor. Kalau ga punya kaca ya numpang ke toilet di mall deh. Kacanya gede. Atau ke salon. Atau minimal banget kaca spion lah. Kita emang ga tahu standarnya kayak gimana dan pesaing yang lain nilainya seperti apa. Tapi seenggaknya bisa dikira-kira. Misalnya kalian mau masuk FK UI. Nilai rata-rata rapor kalian 85. Hajar gak? Kalau gue sih nggak, karena gue yakin yang mau masuk FK UI pasti anak-anak pinter yang nilainya di atas 90an. 

3. Cek data peminat tahun lalu di website
Biasanya data ini dikeluarkan panitia pada saat pendaftaran SNMPTN telah dibuka. Dari situ bisa dilihat deh, ada data daya tampung dan peminat. Dan setelah itu bisa diketahui seberapa ketat persaingannya. Emang sih ini data tahun lalu, tapi seenggaknya ada gambaran dari tahun lalu. Persaingan didefinisikan sebagai perbandingan antara daya tampung dengan peminat pada suatu jurusan di perguruan tinggi tertentu. Misalnya kalian udah nentuin mau masuk FK, maka dengan nilai rata-rata 85 solusinya adalah cari perguruan tinggi lain yang tingkat persaingannya lebih kecil dari FK UI.

4. Mau Lintas jurusan?
Bebas sih sebenernya. Asal kalian telah baca ketentuan dari masing-masing perguruan tinggi. Karena beda-beda. Ada yang lintas jurusan boleh-boleh aja. Ada yang nggak. Selama kalian yakin ya hajar aja. Yang gue temuin temen kampus di FE aja banyak anak IPA yang diterima lewat jalur undangan kok. Tapi kalau dari satu sekolah gue, yang lintas jurusan nggak ada yang diterima hehe. Tapi ya pada akhirnya mereka pada diterima lewat SBMPTN. (curang ya anak IPA). Buat menghindari hal itu ya lebih baik pilih jurusan sesuai kelas aja. Kalau anak IPA ya pilih IPA, jangan murtad. Gue dulu juga mau masuk manajemen (fakultas ekonomi), tapi gue dari IPA. Setelah konsultasi dengan guru BK, akhirnya munculah pilihan Teknik Industri yang ilmunya mirip-mirip sama manajemen tapi buat IPA. Jadi, gue nggak perlu lintas jurusan deh dan dikatain murtad deh. Nggak jadi tega ngambil lahan anak IPS juga deh.

5. Mantapkan pilihan
Silakan mantapkan pilihan kalian. Harus serius kalau udah milih. Ga mau kan udah dipilih tapi ga diseriusin sama gebetannya. Karena pengalaman dari tahun ke tahun adalah banyak yang udah diterima lewat jalur undangan tapi malah nggak diambil. Alasannya katanya sebenernya nggak mau jurusan itu. Huft kan sayang banget. Mending sayang banget sama kamu sih. Kasian temen-temen yang mau situ tapi nggak diterima. Oiya, kalau nolak undangan juga katanya menyebabkan sekolah kita di-black-list oleh perguruan tinggi nya. Dan ini berpengaruh kepada adik-adik kelas kita nantinya. Masa tega sama dede gemesnya.

6. Cek pesaing dari satu sekolah
Sebelum mikirin pesaing siswa-siswi dari sekolah-sekolah lain se-Indonesia, pikirin dulu saingan dari satu sekolah. Hal ini karena yang gue tahu SNMPTN memakai sistem kuota. Jadi, mungkin udah dijatahin setiap sekolahnya. Gue sih dulu ngerasanya kayak gitu. Tapi guru BK gue dulu keren. Manggilin setiap orang yang punya pilihan sama, Misalnya gue dulu kan mau teknik industri UI, nah dikumpulin tuh semua yang mau teknik Industri UI. Bener-bener terbuka disitu, masing-masing dikasih lihat nilainya. Yang nilainya lebih rendah dikasih pilihan lagi, mau tetap pilih itu atau ganti PTN yang lain. Dari 7 orang yang punya pilihan sama, 3 di antaranya pindah, 4 tetap (termasuk gue). Dan alhamdulillah, karena nilai gue emang yang paling tinggi dari berempat itu, menyedihkan gue doang yang diterima.

7. Cek alumni dan akreditasi sekolah
Cek akreditasi sekolah kalian. Terus katanya reputasi sekolah bisa dilihat dari alumninya. Maka dari itu, cek alumni dari sekolah kalian yang berkuliah di jurusan yang kalian mau. Gimana track recordnya dia. Kalau dia pinter, IP nya bagus, bukan nggak mungkin kalian diprioritaskan sama PTN karena mereka telah puas dengan siswa sekolah kalian sebelumnya. Begitu pun sebaliknya. Tapi waktu gue, kakak kelas gue belum ada yang masuk teknik industri UI sama sekali. Adanya satu, anak ekstensi doang. Terus sampai sekarang, belum ada lagi anak 77 yang masuk sejurusan gue. Ini berarti track record gue jelek kali wkwk. Nah, maka dari itu. Dek, doain kami ya, semoga IP kami naik terus, biar kamu bisa meneruskan jejak kakak-kakakmu di sini.

8. Buat urutan pilihan terbaik
Jangan salah dalam membuat urutan pilihan. Jangan pernah mengharapkan pada pilihan kedua apalagi ketiga. Lagian siapa yang mau dijadiin yang kedua :( Karena menurut survey tahun 2014, 81% nya diterima di pilihan jurusan 1 kampus 1. Gue dulu pilihan keduanya manajemen IPB. Seandainya gue mengharapkan gue dapet di pilihan kedua, wah bisa satu kampus sama si dia, bahkan satu fakultas :(

9. Sertakan sertifikat terbaik
Katanya sertifikat ini membantu sebagai preferensi. Tapi waktu gue dulu nggak pake sertifikat apa-apa. Iyalah nggak pernah menang lomba apa-apa. Kalau kalian juara makan kerupuk se-kabupaten silakan tuh sertifikatnya dicantumin. Siapa tahu bisa membantu.

10. Sedekah, berbuat baik dan berdoa
Banyakin sedekah, berbuat baik, dan berdoa. Insya Allah deh. Nih bacaan bagus buat sedekah http://cerita-icanbunbun.blogspot.co.id/2015/12/ngapain-sedekah-writing-challenge-7.html

11. Jangan pernah nyakitin orang tua
Nah kalau menurut gue ini yang paling penting. Kalau 10 tips di atas udah kalian lakukan dengan sebaik-baiknya, tetapi poin ini nggak. Hmm susah kayaknya. Selalu berbuat baik kepada orang tua kalian. Jangan pernah melawan dan menyakiti hatinya. Percaya deh, doa orang tua itu langsung diangkat. Apalagi doa mama aka ibu aka nyokap aka mami aka mimi aka mamah aka mommy aka mom aka bunda, terserah deh panggilannya apa. Selalu ingat, ridhallahi fi ridhal walidain. Ridho Allah terletak pada ridho orang tua. Kalau misalnya orang tua ga ridho, gimana Allah mau ridho?

Itu aja yang bisa gue share, semoga bisa bermanfaat :)
Have a nice day all!

Wassalamu'alaikum wr.wb
Ibni Ikhsan R

Minggu, 15 November 2015

Waktu Istirahat Sekolah Pada Ngapain Sih?

Kriiiingggg...

"Yahhh bel." Ucap anak-anak muna yang sok nyesel kalau bel istirahat bunyi. Padahal, dari tadi mereka gerutu lama banget bel pelajaran.

"Oke, kita akhiri sampai di sini, silakan halaman 242 no 1-312 buat PR. Sampai ketemu lagi." Ucap si Killer.

Si Killer adalah sebutan untuk guru yang hobinya membunuh. Membunuh keceriaan anak-anak dengan PR nya. Si Killer ini termasuk guru yang banyak di doain sama muridnya. Didoain sakit biar ga masuk -_- Sayang sekali si Killer ga bisa membunuh kenangan mantan. Andai ada yang bisa membunuh kenangan mantan, pasti saya sukain. Duh ngapain masa suka sama guru sih, kan udah tua. Ehhh, bukan suka ituuu. Suka apa dong? Ya suka aja jadi bisa membunuh kenangan mantan yang menyelimuti diri ini. Dan terus lo baru sadar udah membuang waktu buat baca tulisan ga jelas.

Oke lanjut.

Waktu istirahat merupakan waktu yang krusial. Karena di waktu ini lah berbagai orang percaya dan yakin apa yang dilakukannya adalah yang terbaik demi dirinya sendiri dan kemahslahatan orang banyak. Berikut macem-macem cara orang untuk menghabiskan waktu istirahatnya.

1. Makan di Kantin
Ini yang paling mainstream. Beli jajan di kantin dan makannya di kantin. Biasanya isinya anak-anak hits yang ekstrovert. Mereka cenderung lebih senang keramaian dan yakin bahwa di keramaianlah otak mereka bisa di-refresh.

2. Jajan di Kantin, Makan di Kelas
Kalau ini yang biasanya pengen jajan tapi nggak suka keramaian. Jadi terpaksa ke kantin buat beli jajan abis itu langsung bawa jajanannya buat dimakan di kelas. Biasanya sih juga ada maksud lain kenapa dibawa ke kelas. Salah satunya karena PR nya belum selesai. Jadi sambil ngerjain di kelas. Sukurin.

3. Bawa Bekel dari Rumah
Tujuannya bsia beda-beda. Ada yang karena uang jajan tinggal Rp27.538 padahal masih ada 20 hari lagi di depan jadi harus irit. Ada yang emang percaya bahwa makanan dari rumah adalah makanan yang paling sehat sedunia dan akhirat. Ada yang takut ke kantin. Biasanya yang takut ke kantin karena dulu pernah atau bahkan sering ke kantin, tapi mungkin karena punya pengalaman yang buruk di kantin jadi takut ke kantin. Ya misalnya ada cewek yang lagi ke kantin tiba-tiba digodain cowok-cowok. Atau... waktu dia ke kantin tiba-tiba kejatuhan cicak. *garing*. Ada juga yang alesannya karena kelasnya berada di lantai 4 dan kantinnya di bawah. Mager. Makan ager.

4. Ngerjain PR
Buat yang belum ngerjain PR, biasanya memanfaatkan waktu istirahat ini buat nyelesaiin PR nya. Mereka lebih milih kelaperan dari pada PR nya ga selesai.

5. Ke Mesjid
Yang ke mesjid jarang, masih bisa diitung jari. Paling anak-anak rohisnya doang. Tapi ada kondisi pengecualian mesjid rame, yaitu saat kelas 12 mau ujian nasional dan emang karena mesjidnya asyik. Nah sekolah gue dulu waktu SMA memenuhi syarat itu, jadinya mesjid sekolah waktu istirahat selalu rame. Bayangin aja, AC nya aja ada 15. Padahal mesjidnya kecil. Bisa kebayang adem nya kayak apa. Jadi, dulu banyak temen gue (termasuk gue) yang kalau istirahat ke mesjid.

6. Ke Perpus
Tujuannya juga bisa beda-beda. Ada yang emang literally baca buku atau minjem buku. Ini buat si rajin yang biasanya kacamata nya minus 19. Ada juga yang ngeprint. (Karena di sekolah gue tukang print ada di perpus). Ada yang pacaran di perpus. Pacaran sama buku kali. Ada yang internetan. (karena internet di sekolah gue paling kenceng di perpus). Ada yang numpang tidur. Macem-macem deh.

7. Ke Ruang BK
Buat anak-anak badung yang selama pelajaran ngelanggar dapet poin kesalahan, dan harus ngurus ke BK. Tapi ga tertutup buat anak badung doang. Kalau menjelang kelas 12 mau lulus, ruang BK sering rame buat konsultasi jurusan. Ini biasanya dilakuin sama orang-orang yang ngebet kuliah. Yang bikin statusnya tiap hari "pengen cepet2 lulus, mau kuliah." Halah, ntar baru deh rasain lo. Gimana rasanya udah kuliah mau cepet kawin aja rasanya. Inget ya nak, nikah dulu baru kawin.

Segitu dulu ya, semoga kalau sempet bisa gue lanjutin lagi. Selamat beraktivitas di akhir pekan dengan tugas-tugasmu nak!

Ibni, mahasiswa semester 5, yang lagi ga tau mau ngerjain tugas yang mana dulu, saking banyaknya.

Rabu, 11 November 2015

Tipe Guru di Sekolah

Bismillah

Oke fans, kali ini gue akan mengajak kalian bernostalgia dengan masa sekolah. Wahai kalian yang masih sekolah, nikmatilah apa yang dirasakan saat ini, sebelum menduduki dunia kampus. Bukan ayam kampus ya. Sesungguhnya dunia kampus mempunyai tingkat kekejaman sebesar (2x-y)^2xlog(4x+sinx). Ribet kan tuh. Jadi, jangan sok-sokan bilang gue mau cepet-cepet kuliah. Ntar nyesel. Inget, penyesalan itu selalu di belakang, kalo di depan mah supir. *lupain*

Nah, karena gue sekarang jadi guru, nostalgia pertama gue akan mencoba mengklasifikasikan jenis-jenis spesies guru yang ada di sekolah. Nanti ada waktunya gue ceritain jenis spesies dosen ya. Karena guru dan dosen berbeda. Kalau dosen ini salah satunya http://cerita-icanbunbun.blogspot.co.id/2015/11/dosen-kuno-bego.html Untuk guru, iya, jadi gue bakal identifikasi doi berasal dari famili apa genus apa ordo apa wakak. Langsung aja check this out!



TIPE GURU DI SEKOLAH MENURUT GUE

Si Rajin
Si rajin ini adalah sebutan buat guru yang nggak males. Iyalah! Nenek-nenek lagi push up juga tau! *garing*. Lanjut. Si rajin ini ngerasa bahwa datang sebelum bel dibunyikan adalah sebuah kewajiban mutlak, fardhu ain. Jadi, doi bakal udah duduk manis duluan di kelas sebelum muridnya dateng semua. Hampir ga ada yang namanya kata telat di kamus doi. Wuihh. Atau… emang doi yang nggak punya kamus haha. Tapi gue yakin di balik itu semua, si rajin ini punya alesan yang beda-beda pastinya.
Menurut pengamatan sederhana gue waktu dulu sih yang pertama karena emang doi idealis. Orang yang kayak gini sangat susah di pengaruhi lingkungan. Prinsip dirinya lebih kuat dari lem powerglue!! Haha. Alesan yang kedua bisa terjadi karena doi butuh duit. Jadi doi nggak mau telat karena takut gajinya dipotong wakakak. Maaf ya pak bu. Jangan marah. Semoga bapak dan ibu guru nggak baca. Kalau baca dan kesel, silakan tinggalin tulisan ini sekarang juga *peace*. Tapi, tenang aja pak bu. Guru bertipe kayak gini biasanya banyak yang doain kok. Doain sakit atau kenapa-napa biar ga masuk. Canda hehe.
Tipe yang kayak gini juga rajin dalam bikin soal ujian. Doi bakal rela ngabisin waktunya buat bikin soal sendiri dengan tingkat kesulitan yang hmm…. Sulit diungkapkan dengan kata-kata. Tipe ini biasanya ditakutin sama sebagian murid. Iya, murid yang rajin juga. Nah, kalau populasi guru kayak gini ga terlalu banyak, ya sekitar 2,4-5,8% dari total populasi guru di sekolah.


Si Gabut
Tipe ini kebalikannya si rajin. Ini tipe guru yang disukain sama sebagian murid. Iya, tapi murid yang ga niat belajar. Kebanyakan spesiesnya adalah wanita atau ibu-ibu. (maaf bu) tapi emang bener kok. Ciri utamanya adalah jarang ngajar. Padahal pas pagi-pagi atau pas lagi istirahat kita liat doi di sekolah. Tapi, pas giliran jam pelajarannya, doi ga ngajar. Kan hebat. Atau, doi masuk kelas tapi di telat. Pas jam pelajaran tinggal 5 menit 45 detik lagi, baru deh menampakkan batang hidungnya di kelas.  Atau ada juga yang dateng dari awal, tapi di kelas kerjaannya nerima telpon dan ngobrol lama di telpon. Mungkin doi sibuk. Atau emang pura-pura ada telpon aja biar dikira sibuk terus ada alesan ga ngajar. Atau emang udah bikin skenario sama temennya suruh telpon dia.
“Jon, nanti aku ada ngajar jam 10, nah tolong telpon aku jam 10.15 yaaa.”
“Oke buut.”
Yaaa kurang lebih kayak gitu lah skenario yang dibuat *gubraaak*

Ada juga yang dateng dari awal ke kelas. Peralatan yang dibawa: laptop. Nah ngajarnya pake PPT. Eh bukan ngajar sih, cuma bacain slide di PPT. *banyak kan guru gitu huft*. Duh ibu, tolong ya, nenek-nenek ubanan warna ungu juga bisa baca, ga perlu dibacain juga.
Si gabut ini guru yang keliatannya paling ga ada beban, padahal emang ga ada beban. Ketika guru-guru lain sibuk meriksa tugas atau PR, nah si gabut ini malah dandan. Iyalah orang ga pernah ngasih PR.

Keistimewaannya, kalau pas ujian, si gabut ini keren. Ketika guru-guru lain pada sibuk bikin soal, nah si gabut ga bikin apa-apa. Ternyata soal ujiannya pasti sama setiap tahun. Buset. Nah kerjaannya murid kalau mau ujian pelajaran yang diajar sama si gabut ini adalah menjilat kakak kelas, biar dikasih soal tahun lalu. *bilang aja modus* 


(bersambung) 

Minggu, 07 April 2013

Seminggu lagi, sob!

Ceritanya abis nonton liverpool yang harusnya bisa menang banyak karena lawan tim cupu eh tapi malah alot tanpa satu pun bola bersarang ke dalam gawang. *geleng-geleng*

Gue mau ngingetin nih sob, eh salah, gue ibni, tapi gue mau ngingetin, khususnya buat diri gue pribadi sebagai anak kelas 12 dan umumnya kepada khalayak ramai anak kelas 12 yang lain, kalau hari yang nentuin kita berangkat ke sekolah selama tiga tahun udah tinggal seminggu lagi, iya seminggu. Kalau menurut kamus besar bahasa indonesia yang ada di perpustakaan dan yang ada di aplikasi anderoid ataupun ipun ataupun bebe, seminggu itu tujuh hari, iya tujuh hari.

HAH???? TUJUH HARI??????


Gue mau pesen buat temen-temen, eh salah lagi, gue Ibni, tapi gue mau pesen buat temen-temen, semangat ya.. optimis kita bisa lulus dengan jujur, dengan hasil sendiri. Jangan ngandelin kunci jawaban yang beredar, karena gimana ya, ujian nasional sekarang udah gak pake tulisan buat nulis kodenya soalnya, udah gak mainstream lagi, jadinya pake barcode tuh yang kayak di alfamaret ape indomaret ape tiptop ape kerfur ya pokoknya itulah gue gak ngerti. Terus katanya juga lembar jawaban sama soal udah digabungin jadi satu. Terus juga katanya disediain 30 paket. Jadi gimana bisa tau itu kunci jawaban.

Tapi ya semua udah tau lah, namanya Indonesia Raya negara kita tercinta yang dari emak kita ngelahirin kita di sini kita pertama kali napas di sini udah tau yang namanya Indonesia Raya kayak gimana. Uang segala-galanya sobbb...

Yaudalahya gue mau lanjutin buka buku ceritanya kan belajar udah mau ujian. Semangat!!!

Ibni, 18 tahun. Hobinya Belajar.


Minggu, 24 Maret 2013

H-22 Ujian Nasional



H-22 UJIAN NASIONAL

Ga terasa ya. Perasaan baru kemarin gue dateng sama orang tua gue ke 77 mau daftar ulang. Eh udah mau lulus aja. Udah ga ada masa-masa canda penuh tertawaan deh pasti.  Udah ga ada masa-masa kekanak-kanakan lagi deh pasti. Udah ga ada masa-masa bercanda di kelas deh pasti. Udah ga ada masa-masa ngerjain PR di sekolah lagi deh pasti. Udah ga ada masa-masa cabut pelajaran lagi deh pasti. Ya pokoknya suasana bakal berubah menjadi serba keseriusan untuk menggapai cita-cita di perguruan tinggi. 

Sedih sih. Ya, itu emang sedih. :'(


Udah sampai mana persiapannya?
Udah berapa persen kesiapannya?

Insya Allah gue udah SIAP!! Ini target gue:
Matematika 10,00
Fisika 10,00
Biologi 10,00
Kimia 9,75
Bahasa Indonesia 9,20
Bahasa Inggris 8,60

Di sekolah gue, kalau 1 pelajaran dapet nilai 10,00 tandanya orang tersebut berhak mendapatkan uang sekitar Rp 300.000. Nah kalau gue 3 pelajaran............lumayan buat modal jualan tiket Liverpool sama Chelsea yang bakal ngunjungin Indonesia Juli nanti.

Doain ya..... AAMIIN YA ROBBAL AALAMIIN.. 

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto saya
Bocah (bau kencur) yang punya impian menjadi imam terbaik buat istri dan anak-anaknya. Bocah (penuh dosa) yang ingin ilmunya bermanfaat dengan menjadi seorang guru. Bocah (labil) yang (alhamdulillah) sudah berpenghasilan sendiri. Bocah (lugu) yang haus akan impian dan cita-cita!

Yang Kepo

Pengikut