Menarik ga judulnya? Apa biasa aja? Wkwk. Tulisan ini gue persembahkan dengan penuh rasa cinta kepada adik-adik kelas 12 yang pada kebelet kuliah. Karena sekarang gue berprofesi sampingan menjadi seorang teman belajar (bukan guru ya) buat yang lagi berjuang mengakhiri masa putih abu-abunya. Yang setiap hari kerjaannya nulis status "bosen sekolah" "mau cepet-cepet kuliah". Hati-hati dek, kuliah nggak gampang. Pikirin baik-baik yah, jangan sampai nanti pas udah kuliah malah ngebet mau nikah aja. Nggak sedikit yang kayak gitu. Dek, kuliah gak seperti yang ada di FTV :(
Btw, siapa yang mau masuk kuliah lewat jalur undangan? Bayangin loh diundang. Apa ada yang nggak mau? Yaudah silakan pergi dari sini sekarang juga. Buat yang mau, silakan baca baik-baik yah semoga bermanfaat dan bisa membantu. Bukan membantu diterima di undangan yah, gue bukan rektor -_-
SNMPTN adalah sebuah seleksi masuk perguruan tinggi negeri secara nasional TANPA TES. Seleksinya cuma pakai nilai rapor. Ada yang bilang ditambah nilai UN juga. Tapi sepengamatan gue sih UN-nya nggak terlalu dipakai, cuma dilihat lulus atau tidak (ini pas gue lulus SMA tahun 2013). Sedangkan mulai 2014, nilai UN-nya dipakai sebagai pertimbangan katanya. SNMPTN ini dulunya bernama PMDK. Sedangkan SNMPTN itu sendiri yaitu seleksi masuk dengan TES TERTULIS yang sekarang bernama SBMPTN. Iya, seleksi masuk ini emang namanya sering banget ganti. Kalau nggak update berita bisa bingung sendiri nantinya. Beberapa tahun terakhir kuota masuk PTN lewat SNMPTN paling besar, mencapai 50%. Kemudian 30% nya dari SBMPTN (tes tertulis), dan sisanya ujian mandiri dari kebijakan kampus masing-masing. Jalur belakang lewat kenalan rektor ga diitung yah. Kalau punya duit banyak, silakan coba -_-
Masuk PTN lewat jalur undangan itu enak banget loh. Disaat orang lain masih berjuang sekuat tenaga, bimbel dari pagi sampai pagi lagi (ga pulang dong?). Sampe nyanyi "Kurela pergi, pagi pulang pagi, hanya untuk bimbel sana sini" #garing. Nah, yang udah dapet undangan udah nggak ngapa-ngapain. Gue dulu kerjaannya tiap hari cuma nyemangatin temen-temen yang masih berjuang haha. Buat yang di inten, di GO, di NF, di BTA, dimana pun deh sama aja. Kerjaan gue cuma bilang "Semangat ya kalian!". Udah tinggal selonjoran kaki sambil main FIFA buat nunggu info dan nyiapin berkas buat daftar ulang aja. Enak kan.
SNMPTN emang nggak ada standarnya. Atau ada yang bilang itu hoki-hokian. (iya itu yang bilang yang pada ga dapet undangan wkwk). Enak aja, kita belajar serius dari kelas 10 atuh, perjuangan kita berat. *membela diri*. Soalnya kita bener-bener nggak tahu kayak gimana persaingannya secara persis. Nggak salah sih yang bilang gitu. Hal ini karena SNMPTN bukan seleksi yang bisa dikuantitasi. Beda sama SBMPTN yang bener-bener nguji kemampuan lo pada saat itu juga. Ranking 1 nggak menjamin dapet undangan. Dan ranking terakhir juga nggak menjamin nggak dapet undangan. Udah banyak kok pengalamannya. Semua bisa terjadi di medan ini. Nah maka dari itu, butuh strategi buat mendapatkannya. Alhamdulillah 2,5 tahun yang lalu, gue bisa diterima di Teknik Industri Universitas Indonesia lewat jalur undangan. Berikut 10+1 tips dari gue buat mendapatkan SNMPTN Undangan.
1. Pelajari secara seksama dan mendetail seluruh informasi yang dikeluarkan oleh panitia SNMPTN
Website resmi ada di
http://snmptn.ac.id, informasi yang resmi insya Allah ada di sana. Pelajari dengan baik dan mendetail. Tapi jangan diapalin, gak keluar di UN. Mending belajar ngapalin biologi aja tuh hafalan semua -_- Namun, untuk menambah preferensi, kalian bisa cari informasi dimana saja. Apalagi jamannya udah serba internet. Bisa di blog, facebook, twitter, dll. Namun hati-hati, jika terdapat informasi yang tidak meyakinkan, lebih baik bertanya ke panitia pusat. Gue dulu gitu, baca panduan di website SNMPTN sampe bener-bener ngerti. Terus juga sering-sering browsing nyari info. Setinggi apapun nilai kalian tapi kalau prosedurnya salah gimana?
2. Pilih Jurusan dan Universitas yang sesuai dengan nilai rapor*
*poin ini nggak ada hubungannya sama pemilihan jurusan sesuai passion/keinginan yah, pada tahap ini dianggap kalian udah menentukan jurusan yang dituju.
Setelah kalian tahu mau masuk jurusan apa, maka kalian harus ngaca. Ambil kaca, lihat nilai kalian di rapor. Kalau ga punya kaca ya numpang ke toilet di mall deh. Kacanya gede. Atau ke salon. Atau minimal banget kaca spion lah. Kita emang ga tahu standarnya kayak gimana dan pesaing yang lain nilainya seperti apa. Tapi seenggaknya bisa dikira-kira. Misalnya kalian mau masuk FK UI. Nilai rata-rata rapor kalian 85. Hajar gak? Kalau gue sih nggak, karena gue yakin yang mau masuk FK UI pasti anak-anak pinter yang nilainya di atas 90an.
3. Cek data peminat tahun lalu di website
Biasanya data ini dikeluarkan panitia pada saat pendaftaran SNMPTN telah dibuka. Dari situ bisa dilihat deh, ada data daya tampung dan peminat. Dan setelah itu bisa diketahui seberapa ketat persaingannya. Emang sih ini data tahun lalu, tapi seenggaknya ada gambaran dari tahun lalu. Persaingan didefinisikan sebagai perbandingan antara daya tampung dengan peminat pada suatu jurusan di perguruan tinggi tertentu. Misalnya kalian udah nentuin mau masuk FK, maka dengan nilai rata-rata 85 solusinya adalah cari perguruan tinggi lain yang tingkat persaingannya lebih kecil dari FK UI.
4. Mau Lintas jurusan?
Bebas sih sebenernya. Asal kalian telah baca ketentuan dari masing-masing perguruan tinggi. Karena beda-beda. Ada yang lintas jurusan boleh-boleh aja. Ada yang nggak. Selama kalian yakin ya hajar aja. Yang gue temuin temen kampus di FE aja banyak anak IPA yang diterima lewat jalur undangan kok. Tapi kalau dari satu sekolah gue, yang lintas jurusan nggak ada yang diterima hehe. Tapi ya pada akhirnya mereka pada diterima lewat SBMPTN. (curang ya anak IPA). Buat menghindari hal itu ya lebih baik pilih jurusan sesuai kelas aja. Kalau anak IPA ya pilih IPA, jangan murtad. Gue dulu juga mau masuk manajemen (fakultas ekonomi), tapi gue dari IPA. Setelah konsultasi dengan guru BK, akhirnya munculah pilihan Teknik Industri yang ilmunya mirip-mirip sama manajemen tapi buat IPA. Jadi, gue nggak perlu lintas jurusan deh dan dikatain murtad deh. Nggak jadi tega ngambil lahan anak IPS juga deh.
5. Mantapkan pilihan
Silakan mantapkan pilihan kalian. Harus serius kalau udah milih. Ga mau kan udah dipilih tapi ga diseriusin sama gebetannya. Karena pengalaman dari tahun ke tahun adalah banyak yang udah diterima lewat jalur undangan tapi malah nggak diambil. Alasannya katanya sebenernya nggak mau jurusan itu. Huft kan sayang banget. Mending sayang banget sama kamu sih. Kasian temen-temen yang mau situ tapi nggak diterima. Oiya, kalau nolak undangan juga katanya menyebabkan sekolah kita di-black-list oleh perguruan tinggi nya. Dan ini berpengaruh kepada adik-adik kelas kita nantinya. Masa tega sama dede gemesnya.
6. Cek pesaing dari satu sekolah
Sebelum mikirin pesaing siswa-siswi dari sekolah-sekolah lain se-Indonesia, pikirin dulu saingan dari satu sekolah. Hal ini karena yang gue tahu SNMPTN memakai sistem kuota. Jadi, mungkin udah dijatahin setiap sekolahnya. Gue sih dulu ngerasanya kayak gitu. Tapi guru BK gue dulu keren. Manggilin setiap orang yang punya pilihan sama, Misalnya gue dulu kan mau teknik industri UI, nah dikumpulin tuh semua yang mau teknik Industri UI. Bener-bener terbuka disitu, masing-masing dikasih lihat nilainya. Yang nilainya lebih rendah dikasih pilihan lagi, mau tetap pilih itu atau ganti PTN yang lain. Dari 7 orang yang punya pilihan sama, 3 di antaranya pindah, 4 tetap (termasuk gue). Dan alhamdulillah, karena nilai gue emang yang paling tinggi dari berempat itu, menyedihkan gue doang yang diterima.
7. Cek alumni dan akreditasi sekolah
Cek akreditasi sekolah kalian. Terus katanya reputasi sekolah bisa dilihat dari alumninya. Maka dari itu, cek alumni dari sekolah kalian yang berkuliah di jurusan yang kalian mau. Gimana track recordnya dia. Kalau dia pinter, IP nya bagus, bukan nggak mungkin kalian diprioritaskan sama PTN karena mereka telah puas dengan siswa sekolah kalian sebelumnya. Begitu pun sebaliknya. Tapi waktu gue, kakak kelas gue belum ada yang masuk teknik industri UI sama sekali. Adanya satu, anak ekstensi doang. Terus sampai sekarang, belum ada lagi anak 77 yang masuk sejurusan gue. Ini berarti track record gue jelek kali wkwk. Nah, maka dari itu. Dek, doain kami ya, semoga IP kami naik terus, biar kamu bisa meneruskan jejak kakak-kakakmu di sini.
8. Buat urutan pilihan terbaik
Jangan salah dalam membuat urutan pilihan. Jangan pernah mengharapkan pada pilihan kedua apalagi ketiga. Lagian siapa yang mau dijadiin yang kedua :( Karena menurut survey tahun 2014, 81% nya diterima di pilihan jurusan 1 kampus 1. Gue dulu pilihan keduanya manajemen IPB. Seandainya gue mengharapkan gue dapet di pilihan kedua, wah bisa satu kampus sama si dia, bahkan satu fakultas :(
9. Sertakan sertifikat terbaik
Katanya sertifikat ini membantu sebagai preferensi. Tapi waktu gue dulu nggak pake sertifikat apa-apa. Iyalah nggak pernah menang lomba apa-apa. Kalau kalian juara makan kerupuk se-kabupaten silakan tuh sertifikatnya dicantumin. Siapa tahu bisa membantu.
10. Sedekah, berbuat baik dan berdoa
Nah kalau menurut gue ini yang paling penting. Kalau 10 tips di atas udah kalian lakukan dengan sebaik-baiknya, tetapi poin ini nggak. Hmm susah kayaknya. Selalu berbuat baik kepada orang tua kalian. Jangan pernah melawan dan menyakiti hatinya. Percaya deh, doa orang tua itu langsung diangkat. Apalagi doa mama aka ibu aka nyokap aka mami aka mimi aka mamah aka mommy aka mom aka bunda, terserah deh panggilannya apa. Selalu ingat, ridhallahi fi ridhal walidain. Ridho Allah terletak pada ridho orang tua. Kalau misalnya orang tua ga ridho, gimana Allah mau ridho?
Itu aja yang bisa gue share, semoga bisa bermanfaat :)
Have a nice day all!
Wassalamu'alaikum wr.wb
Ibni Ikhsan R